Menjadi Berkat

DIPULIHKAN UNTUK MEMULIHKAN,DIBERKATI UNTUK MEMBERKATI

Sabtu, 10 Juli 2010

TENANGLAH,JANGAN TAKUT!

Nats:Matius 14:22-33
27)Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka:”Tenanglah!Aku ini,jangan takut!”

Di dalam hidup kita sebagai orang yang percaya memang tak bisa lepas dari masalah/pergumulan,,kita sering sekali di ombang-ambingkan,,misal dalam masalah keuangan,,study,,pekerjaan dll..Itu semua bagaikan angin sakal yang membuat kita berpikir,,apa bedanya orang percaya dan orang tidak percaya????bedanya adalah,,,Tuhan tidak akan membiarkan kita jatuh sampai tergeletak,,,7 kali orang benar jatuh,,,maka 7kali dia bangkit pula,,,,yg pasti saat kita mengalami masalah,,,itu hanya bertujuan untuk membuat kita naik ke level berikutnya,,,,,,karna bersama Yesus kita akan selalu naik…
Dan kita harus menyadari bahwa Yesus akan selalu ada untuk meredakan setiap gelombang/angin sakal yang seakan-akan hendak menghancurkan kita.

Apakah saat ini hidup kita sedang di ombang-ambingkan angin sakal?Hari ini Yesus berkata,”Tenanglah!Aku ini,jangan takut!”,,,bahkan kalau kita baca alkitab dari kejadian sampai wahyu ada sekitar 365 kali kata-kata”JANGAN TAKUT”,,,Karna saat kita sadar dan yakin Yesus ada di dalam kita dan kita ada di dalam DIA,,maka tidak ada satu hal pun yang perlu kita takutkan.Jadi,,santai sajalah..!

SELAMAT MENIKMATI HADIRAT TUHAN

GBU “WARRIOR”

Jumat, 09 Juli 2010

diberkati untuk memberkati

Diberkati untuk memberkati.
Apa sih berkat itu?

Berkat adalah suatu pemberian dari Tuhan karena Tuhan mengasihi kita.
Banyak macamnya..bisa dalam bentuk-bentuk baik jasmani maupun rohani.
Kalo jasmani bisa berupa kesehatan, perlindundan, kecukupan dalam materi dll.
Kalo rohani bisa berupa pertumbuhan dalam Tuhan, iman yang kuat, hati yg penuh harapan, dll.

Nah, Tuhan itu selalu memberikan berkatNya kepada kita setiap hari. Tapi jenis berkat itu berbeda-beda bagi setiap kita.
Ada
yang khusus untuk orang-orang tertentu yaitu talenta masing-masing
orang. Mungkin kepandaian, pemusik, pembimbin/pengajar, penurut, dll.
Ada
yang umum yaitu penggenapan janji Tuhan yang tertuang dalam alkitab.
Misalnya dalam alkitab tuh ada yang begini; Lakukan lah kepada orang
lain, apa yang ingin orang lain lakukan pada kita. Itu suatu janji
Tuhan. Kalo kita mao orang lain berbuat baik kepada kita, kita diminta
untuk berbuat baik dulu kepada orang lain.

Lalu bagaimanakah qta mendapatkan berkat Tuhan itu???
Sebenarnya
tanpa meminta berkat pun Tuhan pasti berikan koq, cuma kalo ingin tahu
apa yang telah Tuhan perbuat dalam kehidupan kita, kita harus lebih
dekat padaNya. Yaitu dengan DOA dan pembacaan ALKITAB tiap hari.

Setelah kita diberkati, 2 hal yang harus kita lakukan adalah:
1. Mengucap syukur kepada Tuhan Yesus atas berkatNya yang luar biasa.
2.Setelah kita diberkati jangan langsung dipendam baik2 tuh berkat yang
dah secara nyata diberikan Tuhan, tetapi dibagikanlah kepada orang lain.
Misalnya bisa diceritakan apa sih kebaikan Tuhan Yesus itu (kesaksian)
Atau
kalo dari renungan yang telah dibaca merasa telah diberkati, kita bisa
membicarakan renungan itu dalam perbincangan dengan teman kita (Firman
Tuhan).

Jadi, kita itu jangan jadi orang yang pasif, hanya mao diberkati saja. Tetapi harus menjadi aktif, yaitu memberkati orang lain.
Lalu siapa saja yang harus kita berkati???
Tentu saja semua orang. Apakah yg jahat pada kita pun? IYA. Karena ada tertulis:

Roma 12:14
"Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk!"

Marilah
kita saling memberkati dan saling mendoakan antar sesama saudara
seiman. Memang doa sepertinya tidak kelihatan dampaknya, tetapi dari
doa, semua hal yang akan kita lakukan menjadi diberkati dan
dipimpinNya..
Kita tidak bisa memberkati diri kita sendiri, kita
perlu saudara seiman untuk memberkati kita agar dapat saling membantu
dalam menghadapi hidup bersama Tuhan.
Yeremia 17:7
"Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN!"

God Bless All..^^

Selasa, 06 Juli 2010

MENGAMPUNI

“Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Matius 18:21-22


Hal mengampuni merupakan hal yang paling sulit untuk dilakukan oleh hampir semua orang, terutama jika orang yang menyakiti adalah orang terdekat atau orang yang disayangi. Tidak mudah untuk mengampuni kemudian memberi kesempatan yang kedua bagi orang yang sudah menyakiti bahkan menghianati kita. Bahkan rasa sakit hati ini dapat berlangsung hingga bertahun-tahun tanpa ada solusi. Kalaupun ada yang bisa mengampuni, kejadian tersebut akan sangat membekas dalam hati.
Firman Tuhan mengajar kita untuk mengampuni orang yang berbuat salah kepada kita, tidak hanya satu kali saja, bahkan berkali-kali. Ini berarti bahwa pengampunan yang kita berikan adalah pengampunan yang tiada batasnya. Tidak peduli betapa dalam luka hati yang diakibatkan, tugas kita adalah mengampuni orang tersebut.

Mengapa kita harus mengampuni orang yang bersalah kepada kita? Karena Yesus sendiri telah mati di atas kayu salib untuk menebus dosa kita.
“Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.” Yesaya 53:4-6
Sebesar apapun dosa yang kita perbuat, sebanyak apapun dosa yang kita perbuat juga, darah Yesus selalu menyucikan kita ketika kita datang meminta ampun dan bertobat di hadapanNya. Oleh karena Yesus telah memberi teladan bagi kita, demikianpun kita juga harus berbuat.

Pengampunan sudah diberikan oleh Yesus bagi kita, masakan kita tidak mau mengampuni orang yang telah bersalah kepada kita? Bukankah kita pernah menyakiti hati Tuhan dengan berbuat dosa? Bukankah apa yang kita lakukan dengan kesenangan-kesenangan duniawi justru malah menyakiti hati Tuhan? Tetapi Tuhan dengan penuh kasih selalu mau menerima kita apa adanya. Dan begitu satu kali kita minta ampun, saat itulah juga darahNya menyucikan dan melayakkan kita di hadapanNya. Dan tidak ada satu tuduhanpun yang bisa dilayangkan oleh si iblis kepada kita bahwa kita adalah manusia berdosa, karena darahNya sangatlah cukup untuk menyucikan hidup kita.

Oleh karena itu kita juga harus berbuat hal yang sama kepada orang yang telah menyakiti hati kita. Seburuk atau sejahat apapun orang tersebut, tetap kita harus mengampuninya. Tetapi jika kita sudah mengampuni, peristiwa tersebut masih selalu timbul dalam hati kita bagaimana? Tuhan Yesus selalu mengampuni dan melupakan dosa apa yang telah kita lakukan. Dosa semerah apapun akan dibersihkan seputih salju. Mengampuni dan melupakan adalah kedua hal yang sangat erat yang harus kita lakukan pada saat kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita.
Ingat kisah kedua orang yang ikut disalib di sebelah Yesus pada saat disalibkan? Keduanya adalah penjahat yang telah melakukan banyak perbuatan jahat sehingga mereka dihukum salib. Tetapi salah seorang dari mereka mau menerima Yesus sebagai juruselamat hidupnya, sehingga pada saat itu juga Yesus mengatakan kepadanya bahwa hidupnya telah diselamatkan. Yesus tidak melihat sebesar apapun dosa orang tersebut, Yesus tidak melihat seberapa jahat orang tersebut, tetapi Dia menerimanya dengan penuh kasih.

Seberapa jahatpun orang yang telah menyakiti hati kita, seburuk apapun orang berbuat jahat kepada kita, tetap kita harus mengampuninya tanpa alasan apapun. Ingatlah bahwa Yesus mengampuni kita tanpa memberi syarat apapun. Demikian juga kita harus berbuat kepada orang yang kita ampuni kesalahannya.
Ingatlah bahwa ketika kita mengampuni orang yang bersalah kepada kita, maka Bapa di surga juga akan mengampuni segala kesalahan kita di hadapanNya (Matius 18:35)..

Doa:
Tuhan mampukan kami untuk mengampuni orang yang telah menyakiti hati kami dan berbuat jahat kepada kami. Mampukan kami untuk melepaskan pengampunan dan melupakan setiap kesalahan mereka. Biarlah kasihMu tercurah memenuhi setiap hati kami dan membalut setiap luka hati kami..

Langkah iman:
Ampuni kesalahan orang yang telah menyakiti hati kita dan jangan ingat-ingat kembali kesalahannya.
Berbuat baiklah kepada orang yang telah menyakiti hati kita, karena dengan demikian kita melepaskan kasih Tuhan atas dirinya, sehingga orang tersebut juga akan berubah dari jalan-jalannya yang jahat.